APA SIH ITU KOMUNIKASI ?

Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia, baik individu maupun kelompok.

      Ada beberapa pengertian komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu:
 Edward Depari (Komunikasi dalam Organisasi)
      Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan, dan pesan yang disampaikan melalui lambang tertentu, mengandung arti, dilakukan oleh penyampain pesan ditujukan kepada penerima pesan.
James A.F.Stoner (Management)
     Komunikasi adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.
John R. Schemerhom (Managing Organizational Behaviour)

     Komunikasi itu dapat diartikan sebagai proses antara pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka.

Komunikasi dapat dibagi dalam 2 bagian utama, yaitu:
a.       Interpersonal Communicatios
Proses pertukaran informasi serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih di dalam kelompok kecil manusia.
b.      Organizations Communications
Dimana pembicara secara sistematis memberikan informasi dan memindahkan pengertian kepada orang banyak didalam organisasi dan kepada pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga yang berhubungan.

            Sunarjo dan Djoenaisih Sunarjo dalam bukunya “Sari Ilmu Komunikasi”(komunikasi persuai dan Retorika) memberikan gambaran defenisi komunikasi sebagai berikut:

a.       Charles H. Cooley
Dengan komunikasi dimaksud mekanisme yang mengadakan hubungan antara manusia dan yang mengembangkan semua lambang dari pikiran-pikiran bersama dengan arti yang menyertai dan melalui keleluasaan(space) serta menyediakan tepat pada waktunya.
b.      Carl I. Hovland
Ilmu komunikasi adalah suatu system yang berusaha menyusun prinsip-prinsip dalam bentuk yang tepat mengenai hal memindahan penerangan dan membentuk pendapat serta sikap-sikap. Carl I. Hovlan selanjutnya mengemukakan: komunikasi adalah proses dimana seorang individu mengoperkan perangsang untuk mengubah tingkah laku individu-individu yang lain.
c.       William Albig
Komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambng yang berarti bagi individu-individu
d.      Wilbur Schramm
Komunikasi adalah suatu usaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain
e.       Sir Geral Barry
Berkomunikasi adalah berunding. Bahwa dengan berkomunikasi orang memperoleh  pengetahuan, informasi, dan pengalaman. karena itu saling  mengerti percakapan, keyakinan, kepercayaan, dan control sangat diperlukan.

   Komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang  kepada orang lain. Komunikasi akan dapat berhasil apabila sekiranya timbul saling pengertian, yaitu jika kedua belah pihak, si pengirim dan sipenerima informasi dapat memahaminya.

B.   UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
        Dapat diuraikan mengenai unsur-unsur komunikasi sebagai berikut:
- Sumber
-  Komunikator
- Pesan
-  Channel (Saluran)
-  Feed Back (umpan balik)

                 1.      SUMBER
Sumber adalah dasar yang digunakan untuk penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri, berupa orang, lembaga, buku dan dokumen, ataupun sejenisnya.
    
                2.      KOMUNIKATOR
Dalam komunikasi setiap orang ataupun kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai proses, dimana komunikator dapat berubah menjadi komunikan dan sebaliknya komunikan dapat berubah menjadi komunikator.

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh komunikator, antara lain:
      1.       Penampilan
Khusus dalam komunikasi tatap muka atau menggunakan media pandang dengan audio visual, seorang komunikator harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan komunikan.
Penampilan ini sesuai dengan tata krama dan memperhatikan keadaan,waktu,tempat (“ketupat”).

2       Penguasaan Masalah
Sesorang yang tampil/ditampilkan sebagai komunikator haruslah betul-betul menguasai masalahnya. Apabila tidak, maka setelah proses komunikasi berlangsung akan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap komunikator dan akhirnya terhadap pesan itu sendiri yang akan menghambat efektifitas komunikasi. Dalam suatu proses komunikasi timbal balik, yang lebih menguasai masalah akan cenderung memenangkan tujuan komunikasi.

      3         Penguasaan Bahasa
Komunikator harus menguasai bahasa dengan baik. Bahasa ini adalah bahasa yang digunakan dan dapat dipahami oleh komunikan. Penguasaan bahasa akan sangat membantu menjelaskan pesan-pesan yang ingin kita sampaikan kepada audiensi.

               3.      PESAN
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan (tema) yang sebenarnya menjadi pengarah didalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku komunikan.

4. CHANNEL /SALURAN
Channel adalah saluran penyampai pesan, biasa juga disebut dengan media.  Media     komunikasi dapat dikategorikan dalam dua bagian:
1.      Media Umum
Media umum ialah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi, contohnya adalah radio CB,OHP, dan sebagainya.
2.      Media Massa
Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi misal. Disebut demikian karena sifatnya yang massal, misalnya:pers, radio, film, dan televisi.

a.       Pers
Pers dalam arti luas meliputi segala barang yang dicetak yang ditujukan untuk public/umum tertentu, termasuk juga buku,pamphlet,brosur juga sebagainya. Kelemahan pers yang pertama adalah tidak adanya bunyi (suara) yang dapat membantu efektifitas komunikasi. Kelemahan kedua adalah untuk membaca diperlukan usaha.

b.      Radio
Keseluruhan system gelombang suara yang dipancarkan dan stasiun pemancar dan diterima oleh pesawat penerima dirumah, di mobil, di kapal, dimana saja. Kelemahan radio adalah bahwa ia tidak dapat mendemonstrasikan karena layarnya terletak pada imajinasi pendengar itu sendiri. Kelebihannya terletak pada bunyi-bunyi yang dapat mendorong pembentukan imajinasi itu, yang terdiri dari sound effect, music, dan kata-kata (dialog).

c.       Film
Keseluruhan dari pita celluloid atau sejenisnya yang mengandung gambar-gambar yang kemudian dapat diproyeksikan pada layar.

d.      Televisi
Mass media yang memancarkan suara dan gambar atau secara mudah dapat disebut dengan radio withpicture atau movie at home .

5.      UMPAN BALIK
Komunikasi merupakan kegiatan pengiriman dan penerimaan.
Dalam suatu pertemuan , seorang pemimpin mengarahkan dengan cara dan gaya yang memulai sehingga selesai pengarahan mendapat tepukan tangan yang meriah dari peserta yang hadir.antara pesan dan umpan balik terdapat hubungan sebab akibat (kausalitas). Pihak pengirim menyampaikan pesan kepada pihak penerima, di satu pihak dan di pihak lain penerima menyampaikan pula umpan balik kepada pihak pengirim.
 Pesan(Message) dapat berbentuk bermacam-macam seperti pidato,pengarahan, instruksi, tugas, perintah, ulasan, analisis, dan lain-lain sebagainya.
Pesan dapat juga berbentuk tulisan, lisan, gambar-gambar, dan bahkan demonstrasi, serta peragaan.
  Umpan balik(feedback)  pun dapat berbentuk bermacam-macam seperti hasil(pelaksanaan suatu tugas), laporan, sikap(yang timbul),pertanyaan, reaksi dan sebagainya. Umpan balik pun dapat berupa tulisan, lisan kutik, peragaan, dan demonstrasi.

C.   KOMPONEN KOMPONEN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
         A.    Komunikasi Verbal
Adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tertulis. Melalui kata-kata, perasaan, emosi, pemikiran, gagasan dll bisa di ungkapkan. Bahasa verbal merupakan sarana utama untuk menyatakan perasaan, pikiran, dan maksud kita. Komunikasi verbal menyangkut beberapa aspek, yakni: vocabulary (perbendaraan kata), racing (kecepatan), intonasi suara, humor, singkat dan jelas, timing (waktu).

a.       vocabulary (perbendaraan kata)
komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi verbal ini. Pergaulan, wawasan dan membaca sangat membantu seseorang dalam memperbanyak vocabulary tersebut.

b.      racing (kecepatan)
komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diattur dengan baik. Kecepatan dalam berkomunikasi yang baik adalah tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat.

c.       Intonasi suara
Intonasi atau penekanan suara pada saat berkomunikasi akan mempengaruhi arti pesan secara dramatic sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila di ucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi. Ras suku dan tempat kelahiran atau domisili seseorang akan sangat berpengaruh terhadap intonasi suara saat seseorang tersebut berkomunikasi. Misalnya, orang yang berasal dari Tapanuli atau Batak, Toraja, Ambon akan berbeda dengan mereka yang berasal dari Solo, Yogyakarta, atau lainnya dalam berkomunikasi.

d.      Humor
Komunikasi yang datar dan kurang berdaya humor menimbulkan kesan kaku pada seseorang saat berkomunikasi. Komunikasi yang diselingi dengan humor dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Para ahli memberikan cacatan bahwa kounikasi dapat merupakan terapi karena dapat menimbulkan tawa bagi pendengarnya.

e.       Singkat dan Jelas
Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara jelas dan singkat. Sebaiknya pembicaraan langsung pada pokok pembicaraannya sehingga lebih mudah untuk dimengerti. Pembicaraan yang bertele-tele dan tak langsung kepokok permasalahan sering menimbulkan perasaan jenuh dan kadang tidak menarik. Tetapi, walaupun demikian pada saat-saat tertentu pembicaraan juga perlu penguraian, memerlukan waktu untuk pemahaman dan mengkondisikan orang untuk penasaran menantikan kalimat berikutnya. Misalnya, dalam menyampaikan kabar gembira, pengumuman lomba, menyampaikan hal yang pelik dan menyedihkan, serta penyampaian pada orang yang dalam keadaan sakit.

f.       timing (waktu)
meminta kesediaan atau waktu yang khusus dapat menimbulkan kenyamanan dalam berkomunikasi dibandingkan dengan melakukan komunikasi di tengah kesibukan seperti pagi hari dan saat waktunya istirahat atau tidur. Dengan menyesuaikan waktu yang tepat saat menyampaikan informasi atau berkomunikasi orang yang menerima informasi akan lebih mendengarkan atau memperhatikan apa yang disampaikan.

        B.     Komunikasi Non Verbal
Adalah komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung.Menurut Albert Mehrabian psikolog sekaligus pakar komunikasi Amerika menyebutkan bahwa suara dan gerak tubuh merupakan unsur yang sangat penting dalam berbicara. Suara gerak tubuh dapat membuat perbedaan besar terhadap isi ucapan yang sama. Untuk berbicara dengan baik, unsur nonverbal seperti gerak tubuh harus diterapkan dengan baik. berikut adalah lima unsure non verbal yang sangat berguna:

1.      Penampilan yang baik
seseorang menilai lawan bicaranya dalam waktu yang sangat singkat sehingga kita harus memiliki penampilan yang berkesan. Perhatikan mulai dari gaya rambut begitu juga dengan pakaian. Gunakan pakaian dengan gaya yang baik dalam setiap pertemuan, wawancara, dan presentasi.

2.      Selalu tersenyum
Senyum memiliki daya untuk membuat hati yang melihatnya menjadi gembira dan akan merambat kepada banyak orang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, biasakanlah diri untuk sering tersenyum.
3.      Pupil mata yang membesar dan tatapan yang stabil
Mata adalah jendela hati. Lewat mata kita bisa menyampaikan isi hati dan membaca hati orang lain walaupun tanpa kata-kata. Biasanya pupil mata akan membesar saat kita merasakan kebaikan lawan bicara dan mengecil jika tidak. Tatapan yang stabil saat mengobrol juga sama pentingnya. Siapa yang mau mendengarkan orang yang berbicara dengan mata tidak terfokus atau menatap keluar pintu dan atap? Pendengar juga perlu merasa bahwa orang yang sedang berbicara dengannya tertarik kepadanya. Dengan demikian, ia menyimak ucapan orang tersebut.

4.      Sikap percaya diri
Saat berbicara, tubuh harus tegak dan penuh percaya diri. Jika anda sudah terbiasa memiliki sikap tubuh yang kurang baik, maka hal ini harus segera diperbaiki.

5.      Gestur yang tepat
Gestur tangan memberikan banyak makna bagi lawan bicara. Misalnya, tangan yang mengepal untuk menunjukkan maksud yang kuat atau tangan yang bergerak kesegala arah untuk mengarahkan pandangan. Gestur tangan yang baik biasanya memperlihatkan telapak tangan dan bergerak kedalam keluar. Rajin berlatih di depan kaca akan membuat anda menemukan gestur yang tepat dan terbiasa menggunakan nya.

D.   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
    Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi pada umumnya ialah kemungkinan berbagai hambatan yang dapat timbul. Oleh karena itu perlu diketahui hambatan-hambatan tersebut, yaitu:
1.      Kebisingan
2.      Keadaan psikologis komunikan
3.      Keadaaan komunikator dan komunikan
4.      Kesalahan penilaian oleh komunikator
5.      Kurangnya pengetahuan komunikator  atau komunikan
6.      Bahasa
7.      Isi pesan berlebihan
8.      Bersifat satu arah
9.      Factor teknis
10.  Kepentingan atau interest
11.  Prasangka
12.  Cara penyajian yang verbalitis atau sebagainya

Cara-cara mengatasinya:
1.      Apabila kurang kecakapan berkomunikasi maka harus banyak belajar dan berlatih/pelajari teori dan kemudian dipraktikkan.
2.      Sikap yang kurang tepat dapat diatasi dengan mengetahui hubungan kemanusiaan. Yakni hubungan serasi, selaras dan seimbang serta mengetahui etika pergaulan.  Diperlukan sikap yang simpatik, ramah tamah, wajar, tidak sombong, rendah hati, tahu bergaul, dan cepat membaca situasi.
3.      Pengetahuan yang kurang bukan saja bagi komunikan tetapi juga bagi komunikator sendiri. Pesan-pesan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan kedua belah pihak.
4.      Apabila kurang memahami system social (lingkungan masyarakat), pahami system social dengan jalan mempelajari tradisi atau kebiasaan masyarakat tersebut.
5.      Perbedaan antara watak janganlah menjadikan prasangka buruk. Tidak perlu ada rasa curiga, rasa curiga tidak beralasan, perlu dihilangkan karena akan merugikan.
6.      Apabila timbul factor kebisingan, cara mengatasinya dengan memilih tempat yang tepat dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses komunikasi yang baik dan lancar.
7.      Hambatan karena jarak yang berjauhan, komunikasi bisa dilakukan dengan jarak jauh, misalnya dengan surat menyurat, telepon, teleks, telegram, dan lain-lain, memiliki kelemahan ialah bila terjadi kesalahpahaman dalam menafsirkan pesan.
8.      Sering terjadi penafsiran yang keliru karena ada perbedaan arti suatu istilah dalam setiap bahasa. Cara mengatasinya diperlukan pengetahuan bahasa bagi kelompok tertentu. Selain itu, hendaknya dipergunakan bahasa baku yang berlaku umum dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
9.      Biasanya agak memajemukkan tanpa selingan. Cara mengatasinya diperlukan peragaan (alat bantu) sehingga tidak hanya berkata-kata yang membosankan.
10.  Penjelasan diberikan sesuai dengan pesan yang disampaikan mengenai hal-hal yang relevan saja. Kadang-kadang diperlukan “tanda pengatas” yang dapat dimengerti tanpa penjelasan panjang lebar yang memajemukkan.
11.  Untuk mengatasi hal ini (komunikasi satu arah) diperlukan komunikasi dua arah (komunikasi timbale balik). Ada penggantian peranan komunikator dan komunikan dalam menyampaikan pesan dan umpan balik
12.  Dalam berkomunikasi diperlukan keadaan sehat, apabila ada kekurangan baik fisik maupun mental  diperlukan alat bantu sebagai konselor untuk menjaga kesehatan baik fisik maupun mental

E.   BENTUK–BENTUK KOMUNIKASI
Komunikasi dapat kita golongkan dalam empat jenis yakni komunikasi massa, interpersonal,intrapersonal, dan kelompok.
1.      Komunikasi massa
Komunikasi yang menggunakan media massa. Massa adalah  kumpulan orang-orang yang hubungan antarsosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu. Komunikasi massa sangat efisien karena menjangkau daerah yang luas dan audiensi yang praktis tidak terbatas tapi kurang efektif dalam pembentukan sifat persona karena tidak dapat langsung diterima oleh massa.
2.      Komunikasi interpersonal
Proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui panca indra dan system syaraf.
Contoh: berpikir, merenung, menggambar, menulis sesuatu, dll.
3.      Komunikasi intrapersonal
Kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.
Contoh: percakapan tatap muka, korespondensi (komunikasi melalui surat), percakapan melalui telepon, dll.
4.      Komunikasi kelompok
Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu. Kelompok tertentu adalah suatu kumpulan manusia yang mempunyai antar dan antara hubungan social yang nyata dan memperlihatkan struktur ynag nyata pula.
Bentuk-bentuk komunikasi kelompok adalah: Ceramah,briefing, penyuluhan, dll.     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERUNDANG-UNDANGAN YANG MELANDASI TUGAS, PRAKTIK DAN FUNGSI BIDAN

Teori-Teori yang Mendasari Pengambilan Keputusan Dalam Menghadapi Dilema Etik Dan Moral DalamPelayanan Kebidanan.

DETEKSI DINI KEHAMILAN GANDA