ABNORMALITAS PAYUDARA
Bendungan ASI
1. Pengertian
BendunganASI alias breast engorgement adalah pembengkakan payudara yang menyebabkan payudara terasa nyeri dan keras.Bendungan ASI terjadi terutama karena adanya peningkatan aliran darah dan suplai ASI di payudara. Biasanya kondisi ini dialami pada hari-hari pertama setelah melahirkan
2. Beberapa tanda bendungan ASI di antaranya:
ü Payudara bengkak dan teraba kencang Seperti disebutkan sebelumnya, bendungan ASI terjadi ketika ada peningkatan aliran darah dan suplai ASI di payudara. Akibatnya, payudara pun akan menjadi keras dan teraba kencang. Ini terjadi karena Mama tidak mengeluarkan ASI secara teratur atau tidak sesuai jadwal, sehingga produksi ASI yang terus terjadi membuatnya berlimpah dan terbendung di dalam payudara
ü Payudara terasa hangat saat disentuh Bengkak yang terjadi di area payudara juga menimbulkan gejala mastitis, yakni peradangan payudara. Akibatnya, payudara juga terlihat memiliki gejala yang muncul teraba hangat dan terlihat sedikit memerah. Kadangkadang jika kondisinya sudah cukup parah, pembuluh darah di dalam payudara juga bisa terlihat jelas
ü Puting menjadi Datar. Saat payudara bengkak dan menjadi lebih besar, puting Mama kadangkadang akan menjadi tampak lebih datar. Selain itu, area gelap di sekitar puting yakni aerola juga akan menjadi lebih membengkak. Bayi pun akan menjadi lebih sulit untuk menyusu langsung.
3. Berikut cara mengatasi bendungan ASI
a. Menyusui bayi dengan posisi dan perlekatan yang benar.
b. Menyusui bayi tanpa jadwal atau on demand
c. ASI dengan tangan/pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi.
d. Tidak memberikan minuman lain pada bayi.
e. Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lembek, sehingga lebih mudah memasukkannya ke dalam mulut bayi.
f. Bila bayi belum dapat menyusu, ASI dikeluarkan dengan tangan atau pompa dan diberikan pada bayi dengan cangkir/sendok.
g. Kompres dingin untuk mengurangi statis pembuluh darah vena dan mengurangi rasa nyeri. bisa dilakukan selang-seling dengan kompres panas untuk melancarkan pembuluh darah.
h. Bila ibu demam dapat diberikan obat penurun demam dan pengurang sakit.
i. Lakukan pemijatan pada daerah payudara yang bengkak, bermanfaat untuk membantu memperlancar pengeluaran asi.
j. Makan-makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan perbanyak minum.
k. Gunakan Bra yang menyangga/menyokong/menopang payudara. Kondisi rileks sangat dibutuhkan bagi ibu yang menyusui sehingga ASI tetap lancar produksinya.
Mastitis
1. Pengertian
Mastitis adalah infeksi peradangan pada mamma, terutama pada primipara yang biasanya disebabkan oleh staphylococcus aureus, infeksi terjadi melalui luka pada putting susu, tetapi mungkin juga melalui peredaran darahBila tidak segera ditangani menyebabkan Abses Payudara (pengumpulan nanah lokal di dalam payudara)merupakan komplikasi berat dari mastitis
Dibedakan berdasar tempat serta penyebab dan kondisinya:
· Mastitis yang menyebabkan abses di bawah areola mammae
· Mastitis di tengah-tengah mammae yang menyebabkan abses di tempat itu
· Mastitis pada jaringan di bawah dorsal dari kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses antara mammae dan otot-otot di bawahnya.
Untuk menentukan adanya kegawatdaruratan ibu nifas dengan mastitis, dapat diilhat dari tanda dan gejala yang muncul, biasanya terjadinya akhir minggu pertama pasca partum.Hal ini berkaitan erat dengan produksi dari ASI yang dihasilkan oleh kelenjar acinin yang dalam alveoli dan tidak dapat dipancarkan keluar.
Dengan demikian Anda akan medapatlan tanda gejala kegawatdaruratan ibu nifas dengan mastitis seperti dibawah ini :
§ Adanya nyeri ringan sampai berat
§ Payudara nampak besar dan memerah
§ Badan terasa demam seperti hendak flu, nyeri otot, sakit kepala, keletihan
1. Tanda dan gejala abses meliputi hal – hal berikut :
§ Discharge putting susu purulenta
§ Demam remiten ( suhu naik turun ) disertai mengigil
§ Pengobatan simtomatik
§ Diterapi dengan anlgesik (mis: Ibuprofen, Pembengkakkan payudara dan sangat nyeri, massa besar dan keras dengan area kulit berwarna berfluktasi kemerahan dan kebiruan mengindikasikan lokasi abses berisi pus
§ Peningkatan suhu yang cepat dari (39,5°C sampai 40°C)
§ Peningkatan kecepatan nadi
§ Menggigil
§ Malaise umum, sakit kepala
2. Penatalaksanaan mastitis
§ Dimulai dengan memperbaiki teknik menyusui ibu untuk aliran ASI yang baikdengan lebih sering menyusui dimulai dari payudara yang bermasalah.
§ Bila ibu merasa sangat nyeri, menyusui dimulai dari sisi payudara yang sehat, kemudian sesegera mungkin dipindahkan ke payudara bermasalah, bila sebagian ASI telah menetes (let down) dan nyeri sudah berkurang.
§ Posisikan bayi pada payudara, dagu atau ujung hidung berada pada tempat yang mengalami sumbatan agar membantu mengalirkan ASI dari daerah tersebut.
§ Ibu yang tidak mampu melanjutkan menyusui harus memerah ASI dari payudara dengan tangan atau pompa.
§ Pijatan payudara yang dilakukan dengan jari-jari yang dilumuri minyak atau krim selama proses menyusui dari daerah sumbatan ke arah puting juga dapat membantu melancarkan aliran ASI.
§ Konseling suportif
§ Memberikan dukungan,bimbingan.keyakinan kembali tentang menyusui yang aman untuk diteruskan, bahwa ASI dari payudara yang terkena tidak akan membahayakan bayi, serta payudara akan pulih bentuk maupun fungsinya
§ Pengeluaran ASI yang efektif
§ Bantu ibu perbaiki kenyutan bayi pada payudara
§ Dorong untuk sering menyusui selama bayi menghendaki serat tanpa batasan
§ Bila perlu peras ASI dengan tangan atau pompa atau botol panas sampai menyusui dapat dimulai lagi
§ Terapi antibiotika, diindikasikan pada:
§ Hitung sel dan koloni bakteri dan biakan yang ada serta menunjukkan infeksi
§ Gejala berat sejak awal
§ Terlihat putting pecah-pecah
§ Parasetamol)
§ Istirahat atau tirah baring dengan bayinya
§ Penggunaan kompres hangat pada payudara
§ Yakinkan ibu untuk cukup cairan
§ Pendekatan terapeutik lain (misalnya penyinggiran pus, tindakan diit,pengobatan herbal, menggunakan daun kol untuk kompres dingin.
Abses Payudara
1. Pengertian
Terdapat benjolan yang membengkak yang sangat nyeri dengan kemerahan,panas,edema kulit diatasnya.Bila tidak segara ditangani benjolan akan akan menjadi berfluktuasi dengan perubahan warna kulit dan nekrosi Bisul payudara atau abses payudara adalah benjolan pada payudara yang berisi nanah. Abses payudara biasanya disebabkan oleh infeksi.Penyakit ini sering dialami oleh ibu menyusui.
2. Penyebab Abses Payudara
Peradangan jaringan payudara (mastitis) yang tidak segera diobati atau yang disebabkan oleh sumbatan di kelenjar payudara, merupakan penyebab utama berkumpulnya nanah (abses) di payudara.Infeksi payudara dapat terjadi karena beberapa hal. Salah satunya adalah masuknya bakteri dari mulut bayi ke saluran susu melalui retakan di puting. Meski lebih sering terjadi pada ibu menyusui, wanita yang tidak menyusui dan sebagian kecil pria juga dapat mengalami abses payudara.
3. Gejala yang dialami
Gejala yang dialami oleh penderita abses payudara dapat berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahannya. Jika menderita abses payudara, seseorang dapat mengalami gejala berupa:
a) a Payudara terlihat kemerahan, bengkak, dan terasa
b) b Jika diraba, ada gumpalan yang tidak menghilang setelah menyusui.
c) c Keluar nanah dari puting.
d) d Payudara terasa sakit berkelanjutan sampai mengganggu aktivitas.
e) e Nyeri payudara menyebabkan ibu tidak dapat menyusui anaknya.
f) f Demam selama lebih dari 3 hari dan tidak membaik walaupun sudah diobati.
4. Komplikasi Abses Payudara
Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat abses payudara, di antaranya:
Infeksi payudara berulan.
Timbulnya bekas luka atau jaringan parut.
Ukuran payudara menyusut sehingga terlihat tidak seimbang.
Abses payudara yang berkepajangan (kronis).
Penyebaran infeksi ke area tubuh lainnya.
Munculnya saluran tidak normal pada payudara.
Kelainan saluran getah bening yang membuat pembengkakan pada lengan (limfedema)
5. Pencegahan Abses Payudara
Mastitis merupakan salah satu penyebab abses payudara. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ibu menyusui untuk mencegah mastitis, di antaranya:
Selalu mencuci tangan sebelum menyusui, untuk menghindari kemungkinan penyebaran bakteri.
Menyusui anak dengan posisi yang pas, serta memastikan puting dan bagian kecoklatan di sekitarnya (areola) menempel sempurna dengan mulut anak.
Menyusui dengan kedua payudara secara bergantian dan tidak menggunakan posisi menyusui yang sama terus-menerus.
Menyusui secara rutin. Hindari jeda yang lama di antara waktu menyusui.
Mengenakan bra yang ukurannya pas dan tidak mengenakan pakaian yang ketat.
Tidak menggunakan krim dan obat oles di puting susu.
Tidak menggunakan bantalan puting susu dalam jangka panjang.
Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi.
Selain itu, rutin lakukan SADARI dan SADANIS untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara Anda secara lebih dini.
Komentar
Posting Komentar