KOMUNIKASI EFEKTIF


KOMUNIKASI EFEKTIF

      a. Pengertian komunikasi efektif

menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih  efektif terjadi apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula.
Komunikasi efektif terjadi apabila sesuatu (pesan) yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan sehingga tidak terjadi persepsi (salah paham)

b. Langkah – langkah membangun komunikasi yang efektif

Setiap individu mempunyai respon yang berbeda – beda dalam menghadapi masalah. Dalam menanggapi respon yang disampaikan klien , bidan dapat menggunakan berbagai langkah komunikasih sebagai berikut :

1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaandan pikirannya. Langkah ini sering digunakan pada tahap orientasi dengan pertanyaan yang terarah, maka kita dapat mengembangkan komunikasi yang efektif, yang pada gilirannya kita akan memperoleh informasi penting. Contoh bertanya yang efektif “maaf, bolehkah saya tahunama lengkap ibu?”

2. Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi hal ini disebabkan dengan mendengarkan kita dapat mengolah secara konprehensif semua stimuli dan pesan yang kita terima, sampai kita dapat memahami dan mengingat dengan cermat pada gilirannya akan menjadi bekal penting untuk melakukan proses komunikasi yang efektif.

3. Mengulang
Maksud mengulang yaitu mengulang kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien. Hal ini menunjukkan bahwa kita sedang mengarahkan dan memfalidasi, menguatkan dan mengembalikan perhatian klien pada suatu yang telah diucapkan ketika klien mengatakan. Contoh “saya pusing, banyak sekali masalah yang harus saya selesaikan”.

4. Klarifikasi
Klarifikasi adalah menjelaskan kembali ide atau pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya. Contohnya “bidan : apa yang anda maksud dengan...?”

5. Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan dan isi pembicaraan pada klien. Contohnya “klien: apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?”

6. Memfokuskan
Langkah memfokuskan bertujuan memberi kesempatan kepada klien untuk membahas masalah inti dan mengarahkan komunikasi klien pada mencapaian tujuan, dengan demikian akan terhindar dari pembicaraan tanpa arah. Contoh “bidan: hal ini tampaknya lebih penting, mari kita bicarakanlebih dalam lagi!”

7. Diam (memelihara ketenangan)
Langkah diam digunakan untuk memberikan kesempatan pada klien sebelum menjawab pertanyaan bidan. Penggunaan metode diam memerlukan keterampilan dan ketepatan waktu, jika tidak maka akan dapat menimbulkan perasaan yang tidak enak.

8. Memberi informasi
Memberi informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk klien. Agar informasi dapat diterima dengan baik, perlu kecakapan yang mesti diperhatikan :
          Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh komunikan sesuai dengan tingkat pemahamannya
          Jangan menggunakan istilah yang tidak dimengerti.
          Tidak perlu tergesa-gesa atau berambisi dalam menyampaikan informasi sekaligus,pemberian informasi dapat dilakukan secara bertahap.
          Hindari kata-kata yang sifatnya mengancam
          Hindari ungkapan yang menunjukkan bahwa kita orang yang paling berjasa
          Ulangi informasi yang penting.
          Gunakan empati yaitu dapat merasakan apa yang dapat dirasakan oleh komunikan.

9. Menyimpulkan
Menyimpulkan adalah teknik komunikasi yang membantu klien mengeksplorasi poin penting dari interaksi bidan – klien. Teknik menyimpulkan ini juga bermanfaat pada tahap kerja. Pada saat menyimpulkan bidan dan klien dapat mendefinisikan pokok masalah, sehingga memungkinkanmembuat perencanaan untuk mengatasi masalah.

c. Teknik proses hambatan komunikasi efektif

 Ada empat teknik proses hambatan komunikasi efektif yang spesifik yaitu :
1. Resisten merupakan upaya klien untuk tetap tidak menyadari atau tidak mengakui penyebab kecemasan dalam dirinya dalam rangka melawan atau menyangkal ungkapan perasaan.
2. Transferens merupakan respon tak sadar berupa perasaan atau perilaku terhadap bidan yang sebetulnya berawal dan berhubungan dengan orang-orang tertentu yang bermakna baginya pada waktu dia masih kecil.
3. Kontertransferens biasanya timbul dalam bentuk respon emosional, hambatan yang terapeutik ini berasal dari bidan yang dibangkitkan atau dipancing oleh sikap kien.
4. Pelanggaran batas bisa terjadi jika bidan melapaui batas hubungan terapeutik dan membina hubungan sosial ekonomi atau hubungan personal dengan klien.

HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

a. pengertian antar manusia

Hubungan antar manusia satu samalain bersifat action orionted mengandung unsur kejiwaan yang mendalam untuk merubah sikap, pendapat, dan perilaku seseorang. Hubungan antar manusia mempunyai dua pengertian yaitu :
1. hubungan antar manusia dalam arti luas adalah interaksi antara sesorang dengan oranglain dalam segala situasi disemua bidang kehidupan
2. hubungan antar manusia dalamarti sempit adalah interaksi antar seseorang dengan semua orang lain dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan.

b. Tujuan antar hubungan manusia

1. menemukan diri sendiri
2.menemukan dunia luar
3.membentuk dan memelihara hubungan yang bermakna dengan orang lain
4.mengubah sikap dan perilaku sendiri dan orang lain
5.bermain dan hiburan
6.memberikan bantuan

c. Teknik-teknik hubungan antar pribadi
Hubungan pribadi adalah hubungan yang melibatkan perasaan antara dua individu atau lebih. Ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis tapi dalam kontek ini kita hanya menyentuh tentang hubungan antara pribadi karena hubungan jenis ini adalah lebih intim dibandingkan dengan jenis hubungan yang lain.
teknik pengembangan kesadaran diri ini diperoleh melalui tiga cara, yaitu;
1. Tindakan sosial
   Menurut Max Weber, tindakan sosial adalah tindakan seseorang individu yang dapat mempengaruhi individu lain di masyarakat. atindakan sosial dibagi menjadi :(1) Tindakan rasional instrumental, yaitu tindakan yang memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan atau antara efesiensi dengan efektivitas. (2) Tindakan rasional berprestasi nilai, yaitu tindakan yang berkaitan dengan nilai dasar dalam masyarakat. (3) Tindakan tradisional, yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan adat istiadat atau kebiasaan. (4) Tindakan efektif, yaitu tindakan yang dilakukan seseorang atau kelompok berdasarkan perasaan atau emosi.

2. Kontak sosial
   Kontak sosial adalah hubungan antara suatu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial. Kontank sosial dibedakan menjadi : (1) cara pihak yang berkomunikasi baik langsung maupun tidak langsung. (2) Cara terjadinya, yaitu kontak primer maupun kontak skunder. 

3. Komunikasi sosial
   Proses komunikasi terjadi saat kontak sosial berlangsung.Secara harfiah komunikasi merupakan hubungan atau pergaulan dengan orang lain.

4. Teori hubungan antar manusia
   Kualitas hubungan antar manusia ditentukan oleh model individu dalam menerapkannya.Teori (model) dan kuaklitas hubungan antar manusia digolongkan menjadi tiga yaitu : 
(1) Teori transaksional merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkai dan masing-masing personalnya bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. Kaidah dan teori transaksional selalu dikaitkan dengan hubungan antar manusia yang harus didasarkan pada pertimbangan untung dan rugi 
(2) Teori peran, merupakan teori yang lebih menekankan pada suatu pergaulan sosial denngan skenario yang sudah disusun di masyarakat. Setiap hubungan antar manusia diatur oleh tekanan kehidupan yang ada di masyarakat dan masyarakat tersebut  mengatur bagaimana setiap manusia harus berperan dalam pergaulan sehari-hari.Teori peran mempertimbangkan keselarasan (harmonisasi) dalam kehidupan sehari-hari.Apabila manusia sebagai individu dapat mengetahui tatanan tersebut, maka kehidupannya akan menujun pada suatu keadaan yang harmonis.Sebaliknya, apabila menyalahi atau tidak sesuai,maka akan dicemooh.
(3) Teori permainan, yaitu teori yang memperhatikan fase manusia sepanjang siklus kehidupannya, dimulai sejak masa kanak-kanak, dewasa,sampai tua.Pada masa kanak-kanak,hubungan cenderung bersifat manja.Pada masa dewasa, pergaulan atau hubungan antar manusia menjadi suatu kesadaran, tanggung jawab, dan lugas. Dimasa ini manusia akan menyadari akibat dan resiko dari suatu hubungan sedangkan pada masa tua manusia akan memaklumi kesalahan orang lain dan hubungan diartikan sebagai suatu perasaan saling menyayangi.

d.Teori  Johary Windows

Teori ini merupakan teori yang mengungkapkan tentang tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran mengenai diri kita. Johary Windows digambarkan sebagai segi empat dengan garis tengah yang membelah jendela menjadi dua bagian. Bagian atas menunjukkan bagian diri kita yang diketahui oleh oranglain disebut public self, sedangkan bagian bawah menggambarkan aspek diri kita yang tidak diketahui oleh orang lain disebut sebagai private self.
Bila jendela dibelah kebawah sebelah kiri adalah aspek diri yang kita ketahui, dan sebelah kanan adalah aspek yang tidak diketahui. Jika kedua jendela digabung, maka Johary Windows menjadi lengkap. Lalu tiap kamar dimasukkan konsep-konsep terbuka (open), buta (blind), tersembunyi (hidden), tidak dikenal (unknown).
Empat jendela tersebut adalah :

1. Kotak pertama  / daerah terbuka (open area)
Meliputi informasi komunikasi interpersonal yang dimengerti oleh diri sendiri maupun oleh orang lain. Kotak ini sering juga disebut sebagai the open self (diri yang terbuka), dimana seluruh informasi, prilaku, sikap, perasaan, keinginan, motivasi dan pikiran-pikiran diketahui diri sendiri maupun orang lain. Untuk menunjukkan komunikasi yang efektif maka halyang harus dilakukan adalah memperbanyak ruang terbuka pada dirinya.
2. Kotak kedua / daerah buta (blind area)
Meliputi informasi yang tidak dimengerti oleh diri sendiri tetapi dipahami oleh orang lain. Kotak ini sering disebut dengan titik buta (blindspot). Artinya bahwa seseorang hampir apa yang dimilikinya diketahui oleh orang lain tetapi justru dirinya tidak mengetahuinya. Komunikasi interpersonal biasanya mengalami kegagalan karna tidak memahami tentang dirinya sendiri.
3. kotak ketiga / daerah tersembunyi (hidden area)
Meliputi informasi yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri tanpaorang lain mengetahuinya. Kotak ini merupakan daerah yang dilindungi, dimana dalam batas-batas tertentu setiap orang melakukannya agar dapat mempertahankan dirinya. Dalamkotak ini dia tidak hanya mengetahui dirinya sendri tetapi mengetahui orang lain hanya saja orang lain tidak mengetahui dirinya.
4. Kotak ke empat  / daerah tak dikenal (unknown area)
Meliputi informasi yang tidak diketahui olehdirinya sendiri maupun oleh orang lain. Kotak ini memberi petunjuk adanya suatu potensi yang tersembunyi. Dikotak ini terdapat kepercayaan bahwa mungkin saja yang terjadi adalah kehendak dari Tuhan.

e. Tipe-tipe manusia

 1. Sanguinis
      Orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung hidup, optimis, ringan, dan riang. Tipe ini juga menyukai petualangan dan memiliki toleransi tinggi akan risiko. Selain itu, tipe sanguin biasanya lemah dalam menoleransi kebosanan, serta akan mencari variasi dan hiburan. Secara alami, sifat ini kadang-kadang negatif dalam memengaruhi hubungan percintaan dan lainnya. Karena kepribadian ini berperilaku mencari kesenangan, banyak orang dengan kepribadian sanguinis cenderung berjuang dengan kecanduan (ingin suatu hal dengan terus-menerus). Orang sanguin juga dikenal sangat kreatif dan bisa menjadi seniman serta penghibur yang hebat dan akan berhasil jika memilih karier di industri hiburan. Kemampuan alami orang sanguinis sangat cocok jika memilih pekerjaan yang berhubungan dengan marketing, travel, fashion, memasak/kuliner, atau olahraga.
 
2. Plegmatis
     Seseorang dengan kepribadian plegmatis biasanya adalah orang-orang yang cinta damai. Tipe ini biasanya mencari keharmonisan antar-pribadi dan hubungan dekat yang membuat orang-orang plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orang tua yang penuh kasih. Orang-orang plegmatis suka menjaga hubungan dengan teman-teman lama, anggota keluarga yang jauh, dan tetangga. Dalam hal kepribadian, tipe plegmatis cenderung menghindari konflik dan selalu berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian dan harmoni. Plegmatis juga sangat suka beramal dan membantu orang lain. Karier yang ideal untuk tipe kepribadian plegmatis antara lain perawat, guru, psikolog, konseling, atau layanan sosial

         3. Koleris
    Seseorang dengan kepribadian koleris biasanya orang yang sangat berorientasi pada tujuan. Orang yang koleris terkenal sangat cerdas, analitis, dan logis, sangat praktis dan langsung, tetapi tipe ini tidak harus menjadi teman baik atau orang yang ramah. Seorang koleris tidak menyukai pembicaraan singkat dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna. Mereka lebih suka sendirian daripada di perusahaan dengan orang berkepribadian lemah. Idealnya, tipe ini suka menghabiskan waktu bersama orang-orang yang memiliki minat profesional yang serupa. Pekerjaan ideal untuk seorang koleris terkait dengan industri tentang pengelolaan, teknologi, statistik, teknik, pemrograman
 
4. Melankolis
    Orang-orang dengan kepribadian melankolis menyukai tradisi. Misalnya wanita memasak untuk laki-laki, laki-laki membuka pintu bagi wanita. Tipe melankolis rata-rata mencintai keluarga dan teman-temannya, tidak seperti orang-orang sanguinis. Melankolis tidak suka mencari hal-hal baru dan petualangan dan bahkan cenderung akan sangat menghindarinya. Seseorang dengan kepribadian melankolis tidak mungkin menikah dengan orang asing atau meninggalkan tanah airnya ke negara lain. Orang yang melankolis juga dikenal sangat sosial dan berupaya berkontribusi pada komunitas, sangat teliti dan akurat. Tipe ini adalah manajer yang fantastis dengan kepribadian yang baik. Karier yang sempurna untuk tipe kepribadian melankolis antara lain dalam bidang pengelolaan/ manajemen, akuntansi, pekerjaan social, atau bagian administrasi.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERUNDANG-UNDANGAN YANG MELANDASI TUGAS, PRAKTIK DAN FUNGSI BIDAN

Teori-Teori yang Mendasari Pengambilan Keputusan Dalam Menghadapi Dilema Etik Dan Moral DalamPelayanan Kebidanan.

DETEKSI DINI KEHAMILAN GANDA